Sabtu, 02 April 2011

Magical Crystal Eps.1 (My Creations Story)


Crystal 1

Orang Misterius! Memberiku Kristal Ajaib!
         

             Andy masuk sekolah tahun ajaran baru. Syukurlah, dia naik kelas. Nilai rapornya juga cukup memuaskan, tujuh dan delapan. Nilai ulangannya juga tidak ada yang buruk. Tapi ada yang mengganjal di hati Andy. Dia terus menerus tidak ada teman dan minder. Dan lagi, Elina, gadis yang dicintainya selama 1 tahun kemarin tidak pernah menyukainya. Elina adalah gadis cantik disekolah, terkenal, dan populer. Kelas ballet.

            Andy hanya menunduk ketika dia dilihati oleh beberapa anak-anak yg lewat dengan tatapan aneh dan merendahkan. Apalagi, saat Elina melintas dihadapannya. Muka Andy langsung memerah. Dia menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya. Elina melihat Andy sekilas. Dia menyeringai, lalu mendekati Andy. Andy merasa dirinya didekati seseorang. Dia membuka tangan yang menutupi wajahnya. Seketika matanya membulat seperti akan keluar. Elina. Elina mendekatiku, batin Andy. Elina tersenyum melihat Andy hanya terbengong-bengong. Lalu dia bertanya,

“Kamu Andy, kan? Kenapa, takut ya?” kata Elina, sok ramah. Andy tidak menjawab. Mulutnya kelu.

“Aha, kamu pasti sedih , tahun ajaran baru ini kamu masih tidak dapat teman, ya?” kata Elina lagi.

“I-iya ...” Andy mulai berani membuka mulutnya untuk bicara. Hatinya senang sekali, bisa berbicara dengan gadis yang selama ini dia cintai. Namun, jawaban Elina membuatnya sakit hati,

“Makanya, jangan minder, dong!” sahut Elina, diiringi tawa teman temannya, lalu pergi. Andy menundukkan kepalanya-lagi. Hatinya sekali lagi serasa dicabik-cabik.

“E-Elina... bilang begitu padaku?” pikir Andy sedih. Dia pun berjalan lagi menuju sekolah.

Oh, ya, Andy sekolah di SMP Kikuru, kelas 2C. Begitu juga Elina. Elina ikut kelas ballet.
Sesampainya disekolah, Andy biasanya kekelas ballet terlebih dahulu. Dia melihat Elina berlatih ballet. Seperti biasa, banyak anak laki laki bergerombol disana. Tujuan mereka sama dengan Andy. Melihat Elina menari ballet. Elina cantik sekali... Dia populer... Tapi sayangnya, aku tidak populer, pikir Andy sedih. Dia tersenyum pahit, lalu berbalik meninggalkan kelas ballet. Andy menghela nafas.

“Aku tidak akan bisa dicintai Elina. Aku... anak yang tidak populer dan... payah.” kata Andy, lirih.

Tiba tiba, ada seseorang yang misterius berdiri di dinding aula. Dia memakai jubah hitam. Jubah itu menutupi orang itu dari atas sampai bawah. Wajah orang itupun tak kelihatan sama sekali. Andy hanya terkesiap melihat orang itu.

“Jangan katakan aku melihat penyihir.” pikir Andy.

“... aku percaya padamu, kok.” ucap orang itu singkat, lalu pergi.

“H-hei! K-kau mau kemana!? H-heiii!!!!!!!”

Andy mengejar orang itu. Namun...



ZLAP!



Orang itu menghilang. Andy hanya melongo melihatnya.

“Kemana orang itu...? Dia menghilang... Dia penyihir atau dewi...?” gumam Andy.




TRIINGG!!!!!!



Seketika Andy terkejut mendengarnya. Suara apa itu? Pikirnya. Dia menunduk. Sebuah benda bercahaya timbul dari bawah tempat dia berdiri. Ternyata... itu bola kristal.

“Heei... ini kristal... wah, indah.” ujar Andy, terpana. Dia mengambil kristal yang ada dibawahnya itu.

“Itu adalah kristal ajaib. Peliharalah dengan baik, ya.” ujar sebuah suara, entah darimana.

Mata Andy membulat. Dia bingung, heran. Darimana asal suara itu??

“B-baik!!!” secara tak sadar kata-kata itu keluar dari mulut Andy. Andy kaget, lalu tertegun. Apa yang harus... aku lakukan dengan kristal ini? Pikirnya bingung.



TRIING...


Kristal itu bersinar lagi. Andy mendekatkan wajahnya kearah kristal itu.

“Hmm, ini bola kristal yang sering dipakai penyihir, kan... lalu... apa aku harus jadi penyihir untuk menjaga kristal ini?” gumamnya pelan. Namun...


TRIIIIINGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!


Kristal itu bersinar-lagi. Tapi kali ini sinarnya benar-benar menyilaukan. Cahayanya mengenai Andy.

“A-Ada apa ini?!!? Agh... AAAAGHHH!!!”



TRIIIIIINGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!



Perlahan-lahan, cahaya kristal itu menyusut. Menyusut, menyusut, dan menyusut lalu redup. Andy yang menutup matanya sedari tadi, langsung membuka matanya pelan-pelan, ingin melihat apa yang telah terjadi-saat kristal itu bersinar tadi-
Dan apa yang terjadi?? Andy melihat bayangan wajahnya di kristal itu. Dan ternyata... Dia berubah. Wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya. Dia nampak lebih putih, tepatnya putih pucat. Matanya yang berwarna cokelat yang dulunya hanya memancarkan sinar ketakutan, kini menerjap-nerjap memancarkan kesan ketenangan dan keberanian. Kacamatanya juga yang dulu hinggap dimatanya menghilang. Dia... dia berubah, seperti bukan dia yang sesungguhnya. Dia berubah menjadi seperti yang dia inginkan, menjadi laki-laki yang keren dan populer! Dia benar-benar berubah!

“I-ini aku? Ini... wajahku?? M-maksudku... apa yang terjadi...” ucap Andy tak jelas.
Dia melesat menuju kamar mandi sambil membawa kristal itu. Dia menuju washtuffle, dan melihat dirinya dicermin. Bukan khayalan. Wajahnya benar-benar berubah menjadi tampan.

Masih tidak percaya, dia menghidupkan keran washtuffle dan menadahkan tangannya untuk mengambil setengah air yang keluar dari keran washtuffle itu, lalu diusapkan kewajahnya. Namun tak ada yang berubah. Dia benar-benar tampan sekarang.

Andy hanya terpana melihat wajahnya dicermin itu. Perlahan-lahan kedua sudut bibirnya terangkat sempurna, menciptakan senyum yang menawan menunjukkan tanda senang dan bahagia.

“Aku berubah... Aku berubah... Aku berubah!!! Aku berubah!!! Yeah!!! Terima kasih orang misterius!!!!” sorak Andy, sorakannya itu menggema didalam toilet pria itu.

Dia menyimpan kristal ajaib itu pelan-pelan didalam saku celana sekolahnya. Lalu berjalan keluar dari toilet. Tak sengaja, dia bertemu dengan Elina yang melintas.

“A... Andy...”

“E-Elina...?”

Andy dan Elina pun bertatapan cukup lama. Sorot mata Andy yang teduh membuat Elina berdebar.

“Ka... kamu keren sekali, Andy!!!!!!!” seru Elina, seraya memeluk Andy.

“Akh...” Andy tersentak.

Elina... Elina memelukku? Elina berkata kalau aku tampan?
Lagi-lagi senyum Andy mengembang. Dia sangat senang sekali. Sudah dia duga, dia dapat meluluhkan hati Elina kalau dia setampan ini. Dia pun tak segan segan membalas pelukan Elina dengan lembut. Tak lama Elina melepaskan pelukannya.

“Andy, tidak kusangka kamu sekeren ini!!!!” seru Elina lagi.

“E-Elina...”

“Andy... mau nggak, besok kita kencan...???” kata Elina.

“Eh...”

Sontak kata-kata Elina membuat hati Andy makin berdegup kencang. Elina mengajaknya kencan???

“K-kamu serius...?” ujar Andy tidak percaya.

Elina mengangguk mantap.

“Iya! Aku serius! Baiklah, besok kutunggu, ya!” kata Elina sambil melambaikan tangan lalu hilang dari pandangan Andy.

Andy masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Bukan soal wajah tampannya lagi. Tapi soal Elina yang mengajaknya kencan besok.

“K-ke... kencan ... yuuuuhhhuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Andy bersorak girang. Dia melonjak-lonjak tidak karuan dan tak berhenti. Dia berhenti ketika seorang guru memarahinya karena berisik.

Sepulang sekolah, Andy melihat awan menjadi hitam.

“Wah, kayaknya bakal hujan. Aku berteduh dulu, ah.” ucapnya.

Andy lalu berteduh di halte bus. Tiba-tiba...


BLARRR!!!!!!!!!!


Seekor monster keluar dari awan hitam. Mata monster itu melihati Andy dengan liar. Andy seketika kalang kabut melihat monster menyeramkan ada dihadapannya dan tentu saja siap untuk menerkamnya!

“W-waaa ... !!!!!!!!!! Kenapa keluar monster!!? Kenapa ini?!” kata Andy panik. Dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan. Monster itu makin menatapnya tajam. Dia akan membunuhku kalau aku tak bertindak, pikir Andy.


TRIIIIIIIIIIIIINGG...........


Andy merasa saku celananya bersinar.

“Apa ini? Apa yang bersinar??”

Andy melirik saku celananya. Dia melihat kristal ajaib bersinar.

“Oh, kristal ini ya. Kenapa dia bersinar?” gumam Andy.


DAKK


Monster itu mulai berjalan. Andy menjadi panik kembali.

“M-monster itu mulai mendekat! Tidak, matilah aku!!” ujar Andy.

Dia melihat kekanan dan kekiri, siapa tahu ada orang yang lewat bisa membantunya. Namun, nihil. Jalan sekitar halte bus ini sepi.


DAKK DAKK DAKK


Monster itu makin mendekat. Tatapannya makin liar dan tajam. Benar-benar akan membunuh Andy.

“Oh Tuhan... bagaimana ini?! Tak ada satupun orang disekitar sini!!!” pikir Andy. Keringat dingin mulai menghujaninya. Dia bingung. Panik. Ketakutan.


TRIIIINGGGG.....!


Kristal ajaib makin bersinar.

“Aduh! Ada apa dengan kristal ini!! Disaat aku dalam bahaya dia bersinar!! Setidaknya kau bantu aku, kristal ajaib yang menyebalkan!!!”

Tiba-tiba Andy ingat sesuatu.

“Oh iya! Ini kristal ajaib! Kalau ajaib bisa apa saja?! Ya! Aku bisa menyelamatkan diriku dengan benda ini!”

Andy lalu meraih kristal disakunya. Monster itu menyeringai. Keringat dingin makin menghujani Andy. Tidak segan-segan lagi, dia mengarahkan kristal ajaib kearah monster itu.
Namun, saat itu Andy berbeda. Dia seperti sudah bisa menyerang monster itu dengan kristal ajaib ditangannya sekarang ini. Seakan-akan dia sudah tahu kekuatan apa yang akan dia gunakan untuk menyerang monster itu,

“CRYSTAL THUNDER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”



TRIIINGGG!!!!!!!!



“Buatlah monster ini lenyap... !! Seranglah... !!!”



DUUAARRR!!!!!!!!!!!



Kilat melesat menyambar monster itu. Ledakan keras terjadi. Monster itu mengerang hebat. Perlahan-lahan asap akibat ledakan itu mulai menghilang. Dan monster itu juga menghilang. Matahari pun timbul lagi.

Andy hanya memandang takjub apa yang dia lakukan. Ledakan... dia meledakkan monster itu?!

“A-apa-apaan tadi yaaaa????!!!!!!?? A-aku menyerang monster itu???!!!!!?? K-kenapa aku seakan-akan sudah hapal kekuatannya!!!!!! Cr-crystal Thunder... k-kenapa aku bisa menyebutkannya dengan mudah....”

Dia melihati kristal ajaib yang sedang dipegangnya. Namun seketika matanya membulat. Dia seperti mengetahui sesuatu.

“J-jangan-jangan... aku diutuskan memegang kristal ini untuk mengusir benda jahat?!” ujar Andy. “Tapi kenapa aku ya...” gumamnya lagi.

Dia teringat orang misterius yang bertemu dengannya tadi.

“Ngomong-ngomong orang itu siapa, ya... memberiku kristal ajaib... apalagi sampai membuatku berubah begini...” pikir Andy. Dia benar-benar berterima kasih kepada orang misterius itu.

“Yaah, tapi aku siap menerima apapun! Asalkan kristal ini ditanganku, aku terus menjadi tampan, dan disukai Elina!” kata Andy enteng, lalu berjalan pulang menuju rumahnya.

TO BE CONTINUED


“Did you like this story?
I’ll continue this.
But if you like it ^^ RCL please!”