Crystal 1
Orang Misterius! Memberiku Kristal Ajaib!
Andy
masuk sekolah tahun ajaran baru. Syukurlah, dia naik kelas. Nilai rapornya juga
cukup memuaskan, tujuh dan delapan. Nilai ulangannya juga tidak ada yang buruk.
Tapi ada yang mengganjal di hati Andy. Dia terus menerus tidak ada teman dan
minder. Dan lagi, Elina, gadis yang dicintainya selama 1 tahun kemarin tidak
pernah menyukainya. Elina adalah gadis cantik disekolah, terkenal, dan populer.
Kelas ballet.
Andy
hanya menunduk ketika dia dilihati oleh beberapa anak-anak yg lewat dengan
tatapan aneh dan merendahkan. Apalagi, saat Elina melintas dihadapannya. Muka
Andy langsung memerah. Dia menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya. Elina
melihat Andy sekilas. Dia menyeringai, lalu mendekati Andy. Andy merasa dirinya
didekati seseorang. Dia membuka tangan yang menutupi wajahnya. Seketika matanya
membulat seperti akan keluar. Elina. Elina mendekatiku, batin Andy. Elina
tersenyum melihat Andy hanya terbengong-bengong. Lalu dia bertanya,
“Kamu Andy, kan? Kenapa, takut ya?” kata Elina, sok
ramah. Andy tidak menjawab. Mulutnya kelu.
“Aha, kamu pasti sedih , tahun ajaran baru ini kamu masih
tidak dapat teman, ya?” kata Elina lagi.
“I-iya ...” Andy mulai berani membuka mulutnya untuk
bicara. Hatinya senang sekali, bisa berbicara dengan gadis yang selama ini dia
cintai. Namun, jawaban Elina membuatnya sakit hati,
“Makanya, jangan minder, dong!” sahut Elina, diiringi
tawa teman temannya, lalu pergi. Andy menundukkan kepalanya-lagi. Hatinya
sekali lagi serasa dicabik-cabik.
“E-Elina... bilang begitu padaku?” pikir Andy sedih. Dia
pun berjalan lagi menuju sekolah.
Oh, ya, Andy sekolah di SMP Kikuru, kelas 2C.
Begitu juga Elina. Elina ikut kelas ballet.
Sesampainya disekolah, Andy biasanya kekelas ballet
terlebih dahulu. Dia melihat Elina berlatih ballet. Seperti biasa, banyak anak
laki laki bergerombol disana. Tujuan mereka sama dengan Andy. Melihat Elina menari
ballet. Elina cantik sekali... Dia populer... Tapi sayangnya, aku tidak
populer, pikir Andy sedih. Dia tersenyum pahit, lalu berbalik meninggalkan
kelas ballet. Andy menghela nafas.
“Aku tidak akan bisa dicintai Elina. Aku... anak yang
tidak populer dan... payah.” kata Andy, lirih.
Tiba tiba, ada seseorang yang misterius berdiri di
dinding aula. Dia memakai jubah hitam. Jubah itu menutupi orang itu dari atas
sampai bawah. Wajah orang itupun tak kelihatan sama sekali. Andy hanya
terkesiap melihat orang itu.
“Jangan katakan aku melihat penyihir.” pikir Andy.
“... aku percaya padamu, kok.” ucap orang itu singkat,
lalu pergi.
“H-hei! K-kau mau kemana!? H-heiii!!!!!!!”
Andy mengejar orang itu. Namun...
ZLAP!
Orang itu menghilang. Andy hanya melongo melihatnya.
“Kemana orang itu...? Dia menghilang... Dia penyihir atau
dewi...?” gumam Andy.
TRIINGG!!!!!!
Seketika Andy terkejut mendengarnya. Suara apa itu?
Pikirnya. Dia menunduk. Sebuah benda bercahaya timbul dari bawah tempat dia
berdiri. Ternyata... itu bola kristal.
“Heei... ini kristal... wah, indah.” ujar Andy, terpana.
Dia mengambil kristal yang ada dibawahnya itu.
“Itu adalah kristal ajaib. Peliharalah dengan baik, ya.”
ujar sebuah suara, entah darimana.
Mata Andy membulat. Dia bingung, heran. Darimana asal
suara itu??
“B-baik!!!” secara tak sadar kata-kata itu keluar dari
mulut Andy. Andy kaget, lalu tertegun. Apa yang harus... aku lakukan dengan
kristal ini? Pikirnya bingung.
TRIING...
Kristal itu bersinar lagi. Andy mendekatkan wajahnya
kearah kristal itu.
“Hmm, ini bola kristal yang sering dipakai penyihir,
kan... lalu... apa aku harus jadi penyihir untuk menjaga kristal ini?” gumamnya
pelan. Namun...
TRIIIIINGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!
Kristal itu bersinar-lagi. Tapi kali ini sinarnya
benar-benar menyilaukan. Cahayanya mengenai Andy.
“A-Ada apa ini?!!? Agh... AAAAGHHH!!!”
TRIIIIIINGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!
Perlahan-lahan, cahaya kristal itu menyusut. Menyusut,
menyusut, dan menyusut lalu redup. Andy yang menutup matanya sedari tadi,
langsung membuka matanya pelan-pelan, ingin melihat apa yang telah terjadi-saat
kristal itu bersinar tadi-
Dan apa yang terjadi?? Andy melihat bayangan wajahnya di
kristal itu. Dan ternyata... Dia berubah. Wajahnya benar-benar berbeda dari
sebelumnya. Dia nampak lebih putih, tepatnya putih pucat. Matanya yang berwarna
cokelat yang dulunya hanya memancarkan sinar ketakutan, kini menerjap-nerjap
memancarkan kesan ketenangan dan keberanian. Kacamatanya juga yang dulu hinggap
dimatanya menghilang. Dia... dia berubah, seperti bukan dia yang sesungguhnya.
Dia berubah menjadi seperti yang dia inginkan, menjadi laki-laki yang keren dan
populer! Dia benar-benar berubah!
“I-ini aku? Ini... wajahku?? M-maksudku... apa yang
terjadi...” ucap Andy tak jelas.
Dia melesat menuju kamar mandi sambil membawa kristal itu.
Dia menuju washtuffle, dan melihat dirinya dicermin. Bukan khayalan. Wajahnya
benar-benar berubah menjadi tampan.
Masih tidak percaya, dia menghidupkan keran washtuffle
dan menadahkan tangannya untuk mengambil setengah air yang keluar dari keran
washtuffle itu, lalu diusapkan kewajahnya. Namun tak ada yang berubah. Dia
benar-benar tampan sekarang.
Andy hanya terpana melihat wajahnya dicermin itu.
Perlahan-lahan kedua sudut bibirnya terangkat sempurna, menciptakan senyum yang
menawan menunjukkan tanda senang dan bahagia.
“Aku berubah... Aku berubah... Aku berubah!!! Aku
berubah!!! Yeah!!! Terima kasih orang misterius!!!!” sorak Andy, sorakannya itu
menggema didalam toilet pria itu.
Dia menyimpan kristal ajaib itu pelan-pelan didalam saku
celana sekolahnya. Lalu berjalan keluar dari toilet. Tak sengaja, dia bertemu
dengan Elina yang melintas.
“A... Andy...”
“E-Elina...?”
Andy dan Elina pun bertatapan cukup lama. Sorot mata Andy
yang teduh membuat Elina berdebar.
“Ka... kamu keren sekali, Andy!!!!!!!” seru Elina, seraya
memeluk Andy.
“Akh...” Andy tersentak.
Elina... Elina memelukku? Elina berkata kalau aku tampan?
Lagi-lagi senyum Andy mengembang. Dia sangat senang
sekali. Sudah dia duga, dia dapat meluluhkan hati Elina kalau dia setampan ini.
Dia pun tak segan segan membalas pelukan Elina dengan lembut. Tak lama Elina
melepaskan pelukannya.
“Andy, tidak kusangka kamu sekeren ini!!!!” seru Elina
lagi.
“E-Elina...”
“Andy... mau nggak, besok kita kencan...???” kata Elina.
“Eh...”
Sontak kata-kata Elina membuat hati Andy makin berdegup
kencang. Elina mengajaknya kencan???
“K-kamu serius...?” ujar Andy tidak percaya.
Elina mengangguk mantap.
“Iya! Aku serius! Baiklah, besok kutunggu, ya!” kata
Elina sambil melambaikan tangan lalu hilang dari pandangan Andy.
Andy masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Bukan
soal wajah tampannya lagi. Tapi soal Elina yang mengajaknya kencan besok.
“K-ke... kencan ... yuuuuhhhuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Andy bersorak girang. Dia melonjak-lonjak tidak karuan
dan tak berhenti. Dia berhenti ketika seorang guru memarahinya karena berisik.
Sepulang sekolah, Andy melihat awan menjadi
hitam.
“Wah, kayaknya bakal hujan. Aku berteduh dulu, ah.”
ucapnya.
Andy lalu berteduh di halte bus. Tiba-tiba...
BLARRR!!!!!!!!!!
Seekor monster keluar dari awan hitam. Mata monster itu
melihati Andy dengan liar. Andy seketika kalang kabut melihat monster
menyeramkan ada dihadapannya dan tentu saja siap untuk menerkamnya!
“W-waaa ... !!!!!!!!!! Kenapa keluar monster!!? Kenapa
ini?!” kata Andy panik. Dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan.
Monster itu makin menatapnya tajam. Dia akan membunuhku kalau aku tak
bertindak, pikir Andy.
TRIIIIIIIIIIIIINGG...........
Andy merasa saku celananya bersinar.
“Apa ini? Apa yang bersinar??”
Andy melirik saku celananya. Dia melihat kristal ajaib
bersinar.
“Oh, kristal ini ya. Kenapa dia bersinar?” gumam Andy.
DAKK
Monster itu mulai berjalan. Andy menjadi panik kembali.
“M-monster itu mulai mendekat! Tidak, matilah aku!!” ujar
Andy.
Dia melihat kekanan dan kekiri, siapa tahu ada orang yang
lewat bisa membantunya. Namun, nihil. Jalan sekitar halte bus ini sepi.
DAKK DAKK DAKK
Monster itu makin mendekat. Tatapannya makin liar dan
tajam. Benar-benar akan membunuh Andy.
“Oh Tuhan... bagaimana ini?! Tak ada satupun orang
disekitar sini!!!” pikir Andy. Keringat dingin mulai menghujaninya. Dia
bingung. Panik. Ketakutan.
TRIIIINGGGG.....!
Kristal ajaib makin bersinar.
“Aduh! Ada apa dengan kristal ini!! Disaat aku dalam
bahaya dia bersinar!! Setidaknya kau bantu aku, kristal ajaib yang
menyebalkan!!!”
Tiba-tiba Andy ingat sesuatu.
“Oh iya! Ini kristal ajaib! Kalau ajaib bisa apa saja?!
Ya! Aku bisa menyelamatkan diriku dengan benda ini!”
Andy lalu meraih kristal disakunya. Monster itu
menyeringai. Keringat dingin makin menghujani Andy. Tidak segan-segan lagi, dia
mengarahkan kristal ajaib kearah monster itu.
Namun, saat itu Andy berbeda. Dia seperti sudah bisa
menyerang monster itu dengan kristal ajaib ditangannya sekarang ini.
Seakan-akan dia sudah tahu kekuatan apa yang akan dia gunakan untuk menyerang
monster itu,
“CRYSTAL THUNDER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
TRIIINGGG!!!!!!!!
“Buatlah monster ini lenyap... !! Seranglah... !!!”
DUUAARRR!!!!!!!!!!!
Kilat melesat menyambar monster itu. Ledakan keras
terjadi. Monster itu mengerang hebat. Perlahan-lahan asap akibat ledakan itu
mulai menghilang. Dan monster itu juga menghilang. Matahari pun timbul lagi.
Andy hanya memandang takjub apa yang dia lakukan.
Ledakan... dia meledakkan monster itu?!
“A-apa-apaan tadi yaaaa????!!!!!!?? A-aku menyerang
monster itu???!!!!!?? K-kenapa aku seakan-akan sudah hapal kekuatannya!!!!!!
Cr-crystal Thunder... k-kenapa aku bisa menyebutkannya dengan mudah....”
Dia melihati kristal ajaib yang sedang dipegangnya. Namun
seketika matanya membulat. Dia seperti mengetahui sesuatu.
“J-jangan-jangan... aku diutuskan memegang kristal ini
untuk mengusir benda jahat?!” ujar Andy. “Tapi kenapa aku ya...” gumamnya lagi.
Dia teringat orang misterius yang bertemu dengannya tadi.
“Ngomong-ngomong orang itu siapa, ya... memberiku kristal
ajaib... apalagi sampai membuatku berubah begini...” pikir Andy. Dia
benar-benar berterima kasih kepada orang misterius itu.
“Yaah, tapi aku siap menerima apapun! Asalkan kristal ini
ditanganku, aku terus menjadi tampan, dan disukai Elina!” kata Andy enteng,
lalu berjalan pulang menuju rumahnya.
•TO BE
CONTINUED•
“Did
you like this story?
I’ll
continue this.
But
if you like it ^^ RCL please!”